sulung dan bungsu
sulung dan bungsu

Menurut daftaragenbola pernah mendengar perkataan orangtua laksana di atas? Ya, si sulung dan si bungsu. Meskipun tercetus dari orangtua yang sama, tak berarti merekaialah dua sosok individu yang tentu serupa. Si bungsu memang sering kali menjadikan si sulung sebagai role model. Tapi pada dasarnya, mereka ini tetaplah dua insan yang berbeda.

Perbedaan jati diri antara si sulung dan si bungsu adalahsebuah topik yang unik untuk diulas. Seperti suatu studi yang dibicarakan oleh Sulloway mengenai birth order. Perlu diingat, hubungan antara urutan kelahiran dengan kepribadian diprovokasi oleh sejumlah faktor, laksana jenis kelamin dan perbedaan usia. Jadi, memang tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh orang. Tapi saat masih kecil, si sulungtentu sering merasa iri dan cemburu dengan si bungsu. Meskipun begitu, si bungsu pun sesungguhnya diam-diam mengagumi si sulung. Setuju?

Di tulisan terdahulu, Hipwee pernah membicarakan tentang kualitas si anak sulung dan si anak bungsu. Kali ini, Hipwee akan mengulas 5kenyataan kontra antara si sulung dan si bungsu yang menciptakan mereka begitu berbeda, namun tetap saling melengkapi.

1. Si sulung ialah sosok individu yang dewasa dan bertanggung jawab. Sedangkan si bungsu tersebut paling sulit ditata dan sangat menyukai kebebasan.
Sejak kecil, anak sulung sebagai anak tertua telah pasti melaksanakan tanggung jawab tak tertulis guna ikut mengawal adik kecilnya. Inginmenampik pun mereka tidak bisa. Sebab tugas ini adalahtitah dari sang orangtua. Jadi sejak mereka kecil, si sulung telah belajar guna bertanggung jawab tidak melulu terhadap diri sendiri, tapi pun terhadap orang lain.

Kesadaran bakal tanggung jawab yang telah tertanam semenjak usia diniberikut yang menjadikan semua sulung tumbuh sebagai sesosok individu yang bertanggung jawab dan dewasa. Namun terkadang, kepatuhan terhadapketentuan ini dapat juga menciptakan mereka menjadi seseorang yangterlampau kaku.

Berbeda dengan si sulung, semua anak bungsu malah umumnya diagungkan dengan beban tanggung jawab yang minim sekali. Tak dapat dipungkiri, orangtua seringkali menerapkan pola asuh yang lebih empuk untuk si bontot ini. Inilah dalil kenapa si bungsu adalahmakhluk yang mencintaikemerdekaan dan lebih susah diatur.

Bagi semua bungsu, peraturan tersebut sifatnya fleksibel. Mereka tidak suka dikekang dan cenderung beraksi sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Meskipun terlihat laksana kualitas negatif, tapi bahwasannya sifat si bungsu yang satu ini pun memberikan akibat yang positif, lho.

2. Kalau semua sulung tersebut kaum intelek yang kritis, semua bungsu adalahkaum kreatif yang artistik.
Sebuah studi yang dilaksanakan oleh Francis Galton pada tahun 1874mengaku bahwa si sulung seringkali akan lebih berhasil dalam bidang akademis. Pada umumnya, orangtua pun akan lebih mendorong si sulung untukdapat berprestasi di sekolah. Ekspektasi yang lebih tinggi inidisebabkan orangtua bercita-cita supaya si bungsu dapat mencontoh prestasi si sulung.

Memang pengakuan ini tidak dapat dianggap benar secara mutlak dan tentu berlaku untuk semua orang. Ada tidak sedikit faktor beda yangmemprovokasi tingkat intelijensi seseorang. Tapi menurut studi tersebut, tidak heran bila para sulung sering beranggapan secara kritis, pandaimeneliti suatu masalah, dan sangat menyenangi hal-hal yang berbau ilmiah.

Tapi, bukan berarti anak bungsu tersebut tidak pandai, ya. Hanya saja, berbekal sifat mereka yang menyukai kebebasan, semua bungsu malah lebih tertarik menekuni bidang yang memerlukan kreativitas. Ketidaksukaan mereka terhadap ketentuan yang memberi batas inilah yang menciptakan para bungsu mampu beranggapan out of the box. Kecintaan mereka terhadapkemerdekaan jugalah yang bakal mempertajam sisi kreatif dan artistik si bungsu ini.

3. Bagi soal pekerjaan, tidak sedikit dari mereka yang sulung masuk ke dalam jajaran eksekutif profesional dan mereka yang bungsu berkecimpung dalam bidang seni.
Berdasarkan pola pikir mereka yang kritis dan daya analisis yang tinggi,beberapa besar dari semua sulung bakal memilih kegiatan yangbersangkutan dengan sains. Sifat si sulung yang terorganisir pun membuat mereka ingin memilih kegiatan yang memiliki struktur hirarki yang jelas. Makanya, tidak sedikit anak sulung bakal bekerja sebagai kaum eksekutif profesional, laksana pengacara, ilmuwan, arsitek, konsultan, dan sejenisnya.

Nah, bila si sulung seringkali masuk ke dalam jajaran profesi yang elite dan ber-prestige tinggi, lain halnya dengan si bungsu. Kembali lagi ke sifat dasar si bungsu yang menyukai kemerdekaan dan susah berkompromi dengan aturan. Atas dasar inilah, semua bungsu ingin merasa jengahandai harus bekerja dengan pola pikir yang terstruktur.

Mereka seringkali akan memilih guna menekuni kegiatan dimana mereka dapat melimpahkan segala kreativitas dan kemerdekaan berekspresi. Profesi di bidang seni tidak jarang kali menjadi pilihan semua bungsu.

4. Para sulung merupakan seorang pekerja keras yang disiplin. Sementara itu, semua bungsu ialah orang yang santai dan family-oriented.
Dibesarkan oleh orangtua dengan pola asuh yang ketat menciptakan si sulung menjadi seseorang yang disiplin dan berkemauan kuat. Berdasarkan keterangan dari sebuah penelitian, semua anak sulung adalahorang-orang yang achievement-oriented. Ketika mereka telah menilai sebuah tujuan,semua sulung bakal dengan teguh hati terus berjuang mencapai target mereka.

Si sulung adalahpribadi yang pekerja keras, dominan, dan memiliki ambisi yang kuat. Tapi hati-hati, ya. Jangan hingga jadi terlalu berpengaruh dan ambisius.

Sebaliknya, si bungsu memiliki perasaan dan pemikiran yang lebih lembut ketimbang si sulung. Bukan berarti si bungsu sama sekali tidak punya ambisi. Tapi, si bungsu ini ingin lebih santai dalam melakoni proses pencapaian target tersebut. Mereka menjalankannya dengan lebih perlahan dan tidak terburu-buru.

Namun tak dapat disangkal, semua bungsu seringkali lebih tidak disiplin. Mereka juga ingin mempunyai daya juang yang tak sekuat si sulung. Inilah yang menjadi hal yang memisahkan si sulung dan si bungsu dalam proses memburu dan mengisi target. Tapi percayalah, si bungsu jugadapat sukses dengan gaya mereka sendiri.

Para bungsu ini pun dikenal sebagai kaum yang family-oriented. Merekaseringkali lebih mengkhususkan kepentingan keluarga dikomparasikan pencapaian karir diri sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *